Mengapa di Kuttab Santri Tidak Didorong Mengikuti Lomba di Luar

Mengapa di Kuttab Santri Tidak Didorong Mengikuti Lomba di Luar


Di Kuttab sendiri terdapat lomba antar santri setiap semester. Hal ini diperbolehkan karena lombanya disiap-rancangkan oleh para guru dan para santri senantiasa berada dalam bimbingan guru.

Lomba pada umumnya akan menonjolkan pemenang. Menjadikan kelebihan yang dikaruniakan Allah kepada anak menjadi nampak di permukaan. Mengundang perhatian yang memuji maupun yang dengki. 

Lomba juga mendorong peserta untuk mengalahkan yang lain. Sementara semangat tersebut sedikit sekali diperlukan dalam membangun ukhuwah, kecuali bila memang diyakini akan mempereratnya. Rasakan bedanya, misalnya, antara "pertandingan" dengan "pertandingan persahabatan". Pertandingan memperebutkan hadiah biasanya akan menyingkirkan persahabatan. Sedangkan pertandingan persahabatan akan mempertahankan kebersamaan dalam kegembiraan meskipun tanpa hadiah.

Para murid itu seperti benih. Mereka perlu dirawat agar tumbuh besar, kuat, dan berbuah.  Ibnu Atha'illah berpesan, "sesuatu yang tumbuh tanpa dikubur (benihnya) hasilnya kurang sempurna." Hal ini disebabkan benih yang hanya ditaburkan di atas tanah dan bukannya dimasukkan ke dalam tanah, maka akan mati dan tidak dapat dimanfaatkan, seandainya pun tumbuh maka akan lemah. Bahkan benih-benih di permukaan tanah itu akan mudah dipatuk burung atau dimakan binatang lainnya, demikian menurut penjelasan Syaikh Abdullah Asy-Syarqawi.

Hendaknya para santri diajarkan untuk tidak mencari-cari populeritas di awal. Dimulai dengan memurnikan niat orang tua mendorong anak untuk hafalan Al-Qur'an. Kalau dorongan tersebut bertujuan untuk riya' maka akan berdampak kepada adab santri. Jangan-jangan, kita sedang merasa berlomba dengan anak dari orang tua lain dalam hafalan mereka. Astaghfirullah...

Ya Allah, bimbinglah kami mengikhlaskan diri...


Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: