Sekolah bukan penyedia jasa pendidikan

Sekolah bukan penyedia jasa pendidikan

Ekskul Catur di Sekolah Islam


Sebagai guru, Anda tidak harus menyediakan banyak "menu" untuk menarik "pelanggan" agar mampir ke "restoran" Anda. Saya gunakan tanda petik, karena bila motivasi mengejar prestasi adalah agar menjadi sekolah favorit, rasanya sulit dibedakan dengan rumah makan.
Sekolah punya banyak pelajaran, bukan supaya bergengsi, yakni kelak bila ada lomba bisa berprestasi, atau sekedar memberi kegiatan asyik bagi muridnya, apalagi hanya untuk menjawab ujian akhir... Hidupnya hanya sependek itu?
Bukankah kita berharap sekolah itu menyiapkan generasi menaklukkan zamannya? Setidaknya dia mandiri dalam urusan pribadi dan keluarganya. Syukur-syukur bisa menjadi penggerak di kampung atau rakyatnya.
Hindarilah sekolah sibuk mengaktifkan ekskul apabila tidak jelas kapan ilmu itu dibutuhkannya kelak, atau malah tidak tahu untuk apa... Hapuskan saja. Misalnya catur.
Bahkan termasuk juga pelajaran. Periksalah kembali, tidak sedikit pelajaran yang tidak bisa dipakai ketika pulang ke rumah, tidak membantu ibadah, tidak pula membuat masalah menjadi mudah.
Kalau sekedar untuk menumpuk pengetahuan tapi tidak menambah kegunaan, kita baca lagi doa ini:


Latest
Next Post

post written by:

Keluarga Nabawiyyah adalah lembaga pelatihan dan konsultasi di bidang parenting (keluarga) dan pendidikan Islam. Didirikan tahun 2020 di Jember untuk melayani masyarakat luas.

0 Comments: